Kamis, 27 Oktober 2011

maaf, bukannya saya tidak suka dengan anda. tapi mungkin pola pikir dan sudut pandang kita tentang hidup yang menjadikan kita berbeda. saya memang tak selihai itu untuk mendapatkan uang banyak tapi saya juga tak sebodoh itu dan seboros itu dalam menggunakan uang saya. cobalah, sebelum mengatakan sesuatu, anda bercermin pada diri anda sediri terlebih dahulu.

bagi anda mungkin, hidup adalah bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak-banyaknya sehingga bisa membahagiakan keluarga. tapi apakah dengan demikian, anda bisa mengganggap hal yang biasa bila anda harus mengorbankan teman anda sendiri. terlalu naif rasanya. ya, tapi itulah pilihan anda dan silakan anda menikmatinya.

bukannya saya tidak memiliki keinginan untuk maju, tapi saya pun mengukur diri saya sendiri. saya punya mimpi, saya punya cita-cita tapi apakah harus seperti itu cara untuk mendapat mimpi, lagi-lagi dengan mengorbankan orang lain, mengorbankan persahabatan untuk mencapai mimpi anda. hidup bukan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan materi saya rasa!

silakan anda melangkah sesuai hati nurani anda, saya pun demikian.
sedih rasanya melihat teman sendiri hanya memikirkan uang, memang tidaklah salah tapi janganlah justru niat mulia untuk mendapatkan uang demi kebahagiaan keluarga menjadi boomerang bagi diri sendiri. your life is more than that!

kuliah apoteker sudah berlangsung hampir 3 minggu. itu artinya, 1 bulan lagi saya akan menghadapi ujian akhir semester. singkat memang, padat dan jelas sibuk. baru 3 minggu, tapi sudah memberikan banyak perubahan pada pola pikir saya yang selama ini masih belum dewasa mungkin. beberapa minggu ini, saya dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa menjadi seorang apoteker itu bukanlah suatu perkara yang mudah. ada kewenangan dan tanggung jawab besar di dalamnya, terutama bagi mereka apoteker yang memilih untuk mengabdikan dirinya untuk masyarakat luas. ya, mereka, apoteker yang berhubungan langsung dengan pasien. bisa itu di rumah sakit, klinik, apotek atau puskesmas.

bukan sekedar bagaimana cara kita bisa menghidupi diri sendiri dari ilmu yang kita pelajari selama kuliah, tetapi juga bagaimana dan seberapa besar kiprah kita untuk bisa membantu, menolong mereka yang kesakitan (*read: pasien). bila kita lihat dari segi materi, apoteker di RS/puskesmas akan kalah bila dibandingkan dengan mereka yang memilih untuk terlibat dalam perindustrian. tapi pernahkah kita berpikir bahwa meskipun dengan balasan yang kecil, ada kontribusi yang besar bagi orang lain. salut kepada para apoteker yang memilih untuk lebih mengabdikan dirinya daripada keuntungan finansial semata. apalagi mereka yang dengan sukarela ditempatkan di daerah terpencil.

sungguh, bagi saya. mereka yang jauh di pedalaman sana, lebih bermakna. kelak suatu saat nanti jikalau tiba waktunya bagi saya untuk menjadi apoteker (*aamiin) ingin rasanya di umur saya yang mungkin terbatas ini ingin berbagi dengan orang lain meskipun saya sadar kemampuan saya pun terbatas. yang ingin saya capai ialah bagaimana hidup kita yang singkat ini bisa lebih bermakna bagi orang banyak, dan bukan hanya untuk mengejar kepuasan finansial semata. semoga Allah meng-istiqomah-kan hati saya, aamiin :)


di tengah browsing, gaming, and music thing tiba-tiba saya ingin buka facebook. ada yang menarik, dani teman saya posting information di grup tentang Steven Johnson Syndrome. ya, sering dengar memang. tapi alangkah sedih dan malunya saya yang katanya mahasiswa calon apoteker tapi ternyata ga terlalu ngerti soal begini. ahirnya, saya memberanikan diri untuk mencari-cari informasi terkait penyakit tersebut. mungkin disini saya sedikit bisa berbagi tentang penyakit yang jarang tersebut. selamat membaca! 

A. Apa yang dimaksud dengan penyakit SINDROM STEVEN JOHNSON ?
Sindrom Steven Johnson adalah sindrom yang mengenai kulit, selaput lendir di orifisium dan mata dengan keadaan umum bervariasi dan ringan sampai berat, kelainan pada kulit berupa eritema, vesikel atau bula dapat disertai purpura (Djuanda, 1993: 127).
Sindrom Steven Johnson adalah penyakit kulit akut dan berat yang terdiri dari erupsi kulit, kelainan dimukosa dan konjungtifitis (Junadi, 1982: 480).
Sindrom Steven Johnson adalah sindrom kelainan kulit berupa eritema, vesikel/bula, dapat disertai purpura yang mengenai kulit, selaput lendir yang orifisium dan mata dengan keadaan umum bervariasi dari baik sampai buruk (Mansjoer, A. 2000: 136).
Sindrom Stevens Johnson merupakan sindrom yang mengenai kulit, selaput lendir di oritisium dan mata dengan keadaan umum bervariasi dari ringan sampai berat, kelainan pada kulit berupa eritema, vesikel / bula dapat disertai purpura.
Syndrom steven johnson ditemukan oleh dua dokter anak Amerika. A. M. steven dan S.C johnson, 1992 syndrom steven johnson yang bisa disingkat SJS merupakan reaksi alergi yang hebat terhadap obat-obatan.
Angka kejadian syndrom steven johnson sebenarnya tidak tinggi hanya sekitar 1-14 per 1 juta penduduk. Syndrom steven johnson dapat timbul sebagai gatal-gatal hebat pada mulanya, diikuti dengan bengkakdan kemerahan pada kulit. Setelah beberapa waktu, bila obat yang menyebabkan tidak dihentikan, serta dapat timbul demam, sariawan padamulut, mata, anus, dan kemaluan serta dapat terjadi luka-luka seperti koreng pada kulit. Namun pada keadaan-keadaan kelainan simtem imom seperti HIV dan AIDS serta lapus angka kejadiannya dapat meningkat secara tajam.
Dari data diatas penulis tertarik mengangkat kasus syndrom steven johnson karena syndrom steven johnson sangat berabahaya bahkan dapat menyebabkan kematian. Syndrom tidak menyerang anak dibawah 3 tahun, dan penyebab syndrom steven johnson sendiri sangat bervariasi ada yang dari obat-obatan dan dari alergi yang hebat, dan ciri-ciri penyakit steven johnson sendiri gatal-gatal pada kulit dan badan kemerah-merahan dan syndrom ini bervariasi ada yang berat dan ada yang ringan.
( Support, Edisi November 2008 )

B. Penyebabnya........?
Penyebab belum diketahui dengan pasti (idiopatik), namun beberapa faktor yang dapat dianggap sebagai penyebab adalah:
1. Alergi obat secara sistemik (misalnya penisilin, analgetik, arti piretik)
a. Penisilline dan semisintetiknya
b. Streptomicine
c. Sulfonamida
d. Tetrasiklin
e. Anti piretik atau analgesik (derifat, salisil/pirazolon, metamizol, metampiron dan paracetamol)
f. Klorpromazin
g. Karbamazepin
h. Kirin Antipirin
i. Tegretol
2. Infeksi mikroorganisme (bakteri, virus, jamur dan parasit)
3. Neoplasma dan faktor endokrin
4. Faktor fisik (sinar matahari, radiasi, sinar-X)
5. Makanan

C. Manifestasi Klinis
Sindrom ini jarang dijumpai pada usia 3 tahun kebawah. Keadaan umumnya bervariasi dari ringan sampai berat. Pada yang berat kesadarannya menurun, penderita dapat soporous sampai koma. Mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodromal berupa demam tinggi, malaise, nyeri kepala, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan.
Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa:
1. Kelainan kulit
Kelainan kulit terdiri dari eritema, vesikel dan bula. Vesikel dan bula kemudian memecah sehingga terjadi erosi yang luas. Disamping itu dapat juga terjadi purpura. Pada bentuk yang berat kelainannya generalisata.
2. Kelainan selaput lendir di orifisium
Kelainan selaput lendir yang tersering ialah pada mukosa mulut (100%) kemudian disusul oleh kelainan dilubang alat genetal (50%) sedangkan dilubang hidung dan anus jarang (masing-masing 8% dan 4%).
Kelainan berupa vesikel dan bula yang cepat memecah sehingga menjadi erosi dan ekskoriasi dan krusta kehitaman. Juga dalam terbentuk pseudomembran. Dibibir kelainan yang sering tampak ialah krusta berwarna hitam yang tebal.Kelainan dimukosas dapat juga terdapat difaring, traktus respiratorius bagian atas dan esopfagus. Stomatitis ini dapat menyebabkan penderita sukar tidak dapat menelan. Adanya pseudomembran di faring dapat menyebabkan keluhan sukar bernafas.
3. Kelainan mata
Kelainan mata merupakan 80% diantara semua kasus yang tersering ialah konjungtifitis kataralis. Selain itu juga dapat berupa kongjungtifitis purulen, perdarahan, ulkus korena, iritis dan iridosiklitis.
Disamping trias kelainan tersebut dapat pula terdapat kelainan lain, misalnya: nefritis dan onikolisis.
Komplikasi :
Komplikasi yang tersering ialah bronkopneunomia yang didapati sejumlah 16 % diantara seluruh kasus yang ada. Komplikasi yang lain ialah kehilangan cairan atau darah, gangguan keseimbangan elektrolit dan syok. Pada mata dapat terjadi kebutaan karena gangguan lakrimasi.

D. Patofisiologi
Patogenesisnya belum jelas, disangka disebabkan oleh reaksi hipersensitif tipe III dan IV. Reaksi tipe III terjadi akibat terbentuknya komplek antigen antibodi yang membentuk mikro-presitipasi sehingga terjadi aktifitas sistem komplemen. Akibatnya terjadi akumulasi neutrofil yang kemudian melepaskan lisozim dan menyebabkan kerusakan jaringan pada organ sasaran (target organ). Reaksi hipersentifitas tipe IV terjadi akibat limfosit T yang tersintesisasi berkontak kembali dengan antigen yang sama kemudian limfokin dilepaskan sehingga terjadi reaksi radang (Djuanda, 2000: 147) .
Reaksi Hipersensitif tipe III
Hal ini terjadi sewaktu komplek antigen antibodi yang bersirkulasi dalam darah mengendap didalam pembuluh darah atau jaringan sebelah hilir. Antibodi tidak ditujukan kepada jaringan tersebut, tetapi terperangkap dalam jaringan kapilernya. Pada beberapa kasus antigen asing dapat melekat ke jaringan menyebabkan terbentuknya kompleks antigen antibodi ditempat tersebut. Reaksi tipe III mengaktifkan komplemen dan degranulasi sel mast sehingga terjadi kerusakan jaringan atau kapiler ditempat terjadinya rekasi tersebut. Neutrofil tertarik ke daerah tersebut dan mulai memfagositosis sel-sel yang rusak sehingga terjadi pelepasan enzim-enzim sel serta penimbunan sisa sel. Hal ini menyebabkan siklus peradangan berlanjut (Corwin, 2000: 72).
Reaksi Hipersensitif Tipe IV
Pada reaksi ini diperantarai oleh sel T, terjadi pengaktifan sel T penghasil Limfokin atau sitotoksik oleh suatu antigen sehingga terjadi penghancuran sel-sel yang bersangkutan. Reaksi yang diperantarai oleh sel ini bersifat lambat (delayed) memerlukan waktu 14 jam sampai 27 jam untuk terbentuknya.
 
E. Penatalaksanaan
Kortikosteroid
Bila keadaan umum baik dan lesi tidak menyeluruh cukup diobati dengan prednisone 30-40 mg sehari. Namun bila keadaan umumnya buruk dan lesi menyeluruh harus diobati secara tepat dan cepat. Kortikosteroid merupakan tindakan file-saving dan digunakan deksametason intravena dengan dosis permulaan. Umumnya masa kritis diatasi dalam beberapa hari. Pasien steven-Johnson berat harus segera dirawat dan diberikan deksametason  intravena. Setelah masa krisis teratasi, keadaan umum membaik, tidak timbul lesi baru, lesi lama mengalami involusi, dosis diturunkan secara cepat, setiap hari diturunkan 5 mg. Setelah dosis mencapai 5 mg sehari, deksametason intravena diganti dengan tablet kortikosteroid, misalnya prednisone yang diberikan keesokan harinya dengan dosis 20 mg sehari, sehari kemudian diturunkan lagi menjadi 10 mg kemudian obat tersebut dihentikan. Lama pengobatan kira-kira 10 hari.
Seminggu setelah pemberian kortikosteroid dilakukan pemeriksaan elektrolit (K, Na dan Cl). Bila ada gangguan harus diatasi, misalnya bila terjadi hipokalemia diberikan KCL 3 x 500 mg/hari dan diet rendah garam bila terjadi hipermatremia. Untuk mengatasi efek katabolik dari kortikosteroid diberikan diet tinggi protein/anabolik seperti nandrolok dekanoat dan nanadrolon. Fenilpropionat dosis 25-50 mg untuk dewasa (dosis untuk anak tergantung berat badan).
Antibiotik
Untuk mencegah terjadinya infeksi misalnya bronkopneumonia yang dapat menyebabkan kematian, dapat diberi antibiotic yang jarang menyebabkan alergi, berspektrum luas dan bersifat bakteriosidal misalnya gentamisin dengan dosis 2 x 80 mg.
Infus dan tranfusi darah
Pengaturan keseimbangan cairan/elektrolit dan nutrisi penting karena pasien sukar atau tidak dapat menelan akibat lesi dimulut dan tenggorokan serta kesadaran dapat menurun. Untuk itu dapat diberikan infus misalnya glukosa 5 % dan larutan Darrow. Bila terapi tidak memberi perbaikan dalam 2-3 hari, maka dapat diberikan transfusi darah sebanyak 300 cc selama 2 hari berturut-turut, terutama pada kasus yang disertai purpura yang luas. Pada kasus dengan purpura yang luas dapat pula ditambahkan vitamin C 500 mg atau 1000 mg intravena sehari dan hemostatik.
Topikal :
Terapi topical untuk lesi di mulut dapat berupa kenalog in orabase. Untuk lesi di kulit yang erosif dapat diberikan sufratulle atau krim sulfadiazine perak.
F. Pathway
Alergi obat2an, infeksi mikroorganisme, neoplasma dan faktor endokrin, faktor fisik dan makanan
Reaksi alergi tipe III
Terbentuknya kompleks antigen dan antibodi
Terpangkap dalam jaringan kapiler
Mengaktifkan komplemen dan degranulasi sel mast
Kerusakan jaringan kapiler/organ
Akumulasi neutrofil
Reaksi alergi tipe IV
Sel tak aktif, kontak
kembali dengan antigen
Melepas limfosit dan sitotoksin
Reaksi radang
Kelainan kulit dan eritema
Inflamasi dermal dan epidermal
Gangguan integritas kulit
Nyeri
Kelainan selaput
lendir dari ofisiun
Kesulitan menelan
Intake in adekuat
Kelemahan fisik
H. Daftar Pustaka
Corwin, Elizabeth. J. 2001. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
Doenges. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta: EGC.
Hamzah, Mochtar. 2005. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 4. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Price dan Wilson. 1991. Patofisiologi Konsep Klinik Proses-Proses Penyakit Edisi 2. Jakarta: EGC.
Tim Penyusun. 1982. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta: Media Aesculapius.
Tim Penyusun. 2000. Kapita Selekta Kedokteran 2. Jakarta: Media Aesculapius.

Kamis, 15 September 2011

tapi, saya juga bukan wanita besi yang tahan untuk "dibanting-banting". it is not easy to be me!

Jumat, 09 September 2011

siapa kamuuu, hey hey siapaa kamu?

If you love me, say it. If you trust me, do it. If you want me, show it. If you need me, prove it.

Meet Up!


Selamat hari kamis yang manis :)
Alhamdulillah, hari ini masih bisa bangun pagi dan masih bisa tersenyum.  Akhirnya saya menginjakkan kembali kaki di kamar sempit yang sangat saya rindukan.hehe. Bandung. ga kerasa yah, udah September aja. Artinya waktu liburan saya akan segera berakhir, huuuu. Yah mungkin memang akan segera, benar-benar segera berakhir. Campur aduk rasanya, ada sedih, senang tapi takut. Tapi insyAlloh akan saya lalui dengan sukahati.
Sudah sangat lama yah, saya ga posting sesuatu disini. Maklum di banjar saya memegalitikumkan diri dan menyibukkan diri dengan hal lain. Dan lagi, saya memang sedikit tutup mata dengan yang namanya internet, hmmm gaperlu saya jelaskan lah yaa kenapa. Intinya itulah salah satu cara saya untuk mengutuhkan hati dan diri saya.halah.
Oke, berhubung sudah lama ga posting, jadi dimulai dari mana dulu ya, too much too say jadinya bingung. Overall, selama liburan puasa kemarin ga banyak yang saya kerjakan. Kesibukkan hanya berkisar girl things. Take care of the baby (babysitting), cooking and cooking. Awalnya ingin ini ingin itu, tapi situasi tidak berpihak (*berlebihan) jadi yaudah deh, itulah yang saya kerjakan. Alhamdulillah, dari liburan kemarin sudah beberapa resep masakan  yang bisa saya siapkan, aheeey. Berawal dari coba-coba tapi ternyata memasak itu menyenangkan. Dan kalau inget umur, yah memang sudah waktunya bisa memasak. Ada yang bilang, jangan mengaku gadis Indonesia kalau belum bisa masak,jleeeb. Oiya, ingat bercandaan mamah yang bilang kalau pas seusia saya sekarang ini, mamah udah gendong bayi makanya saya pun ga ada salahnya harus sudah bisa masak. Wow.fine. setidaknya ada hobi baru, yah masak  dan sangat berguna menjelang hari lebaran kemarin.
Ada yang special di lebaran kali ini, yaitu, diadakannya reuni akbar keluarga mama R.H Djuwaeni. Wah, amazing! Menarik dan menyenangkan. Keluarga besar yang sudah sangat jarang bertemu. Bahkan banyak sekali yang saya ga kenal dan ga kenal saya.hihi. ada rasa haru karena akhirnya ternyata bisa juga keluarga besar ini kumpul kembali. Tapi sayang aki yang ada tinggal satu lagi diantara 7 aki dan nini. Rasanya seperti nostalgia masa lalu, ketika aki mustofa masih ada. Okelah, saya ceritakan silsilah keluarganya.  Jadi mama (*panggilan untuk aki) haji Djuwaeni itu adalah kakek buyut saya. Mama haji,  memiliki putra : R.H Arifin, R.H Burhan Affandi, R.H E.Mustofa (ini aki sayaaa),R. Ooh,  R.Hj. Siti Juhro, R.H Memed Setiawan, dan R.H Barnas. Singkat kata, kemarin itu kumpul 4 generasi. Dari ketujuh tutunggul, yang masih ada yaitu aki memed. Jadilah kemarin itu seperti ajang menyampaikan wejangan dari aki, diceritakanlah silsilah keluarga, diceritakan pula seperti apa mama haji. Ternyata subanalloh, ternyata mama haji sungguh istimewa. Alhamdulillah saya dilahirkan di dalam keluraga ini. banyak yang saya dapatkan dari reuni kemarin selain kembali menyambungkan silaturahmi tapi juga dorongan dalam diri untuk menjadi insan yang lebih baik lagi menjadi semakin bertambah. Mama haji, aki, nini adalah orang-orang yang taat beribadah jadi saya cucunya harus lebih baik lagi. Jangan membuat mama haji sedih, yah intinya itu.